Kamis, 27 Oktober 2016

SEJARAH PERKEMBANGAN KODRAT SUMBAR


ERKEMBANGAN KELUARGA OLAHRAGA TARUNG DERAJAT (KODRAT) DI SUMATERA BARAT
Oleh : Dr. H. ALNEDRAL, M.Pd
(Pelatih Utama Tarung Derajat)
A.Latar Belakang Olahraga BeladiriTarung Derajat
Olahraga Tarung Derajat diciptakan oleh seorang putra bangsa Indonesia yaitu Sang Guru (Haji Achmad Dradjat, Drs.), yang akrab disapa dengan nama populernya “AA-BOXER”. Olahraga ini terlahir sebagai suatu seni ilmu beladiri dengan memiliki aliran dan wadah tersendiri dengan memiliki latar belakang suatu riwayat perjalanan hidup Sang Guru dan diridhoi oleh keagungan Tuhan Yang Maha Esa.
Beladiri ini, lahir atau muncul dari pengalaman hidup yang pernah dilakoni oleh Sang Guru pada tahun 1968 hingga tahun 1970-an, anak muda ini waktu itu sering terlibat aksi kekerasan pisik, penganiayaan, perkelahian, pemerasan, dan penghinaan (AD/ART Kodrat: 1994). Keadaan itu, tentu bukan dia yang memulainya, tapi timbul dalam keterpaksaan “kalau ada orang yang menjahati saya, masak saya diam saja? katanya dalam (Matra, Mai: 1997). Dari berbagai perkelahian dengan pereman di pusat kota Bandung-Jawa Barat, Sang Guru selalu menang, pada hal dilihat dari postur tubuhnya yang berbobot sedang tidak meyakinkan untuk mengatasi lawan. 
Melihat kehebatan Sang Guru waktu itu, rupanya banyak dari gorombolan pereman yang tidak suka dengannya, maka kelompok peremanisme membuat suatu siasat untuk menghabisi Sang Guru. Mengingat jumlah preman cukup banyak, maka dia segera menghindar dari gorombolan itu. Tapi mereka terlanjur dikuasai emosi segera mengejar Sang Guru seraya meneriakkan maling. Mendengar teriakan itu, orang-orang yang tengah berada di pasar malam ketika itu, ikut memburunya sampai ia terkepung dan ramai-ramai memukulinya sampai ia terkulai lemas dan kondisi tubuhnya sangat menyedihkan. 
Semenjak peristiwa pahit itu, Sang Guru mulai merenung untuk menyisiasati diri, mengasah kemampuan mempelajari berbagai jenis beladiri antara lain pencak silat dan karate. Tapi ia tetap tidak puas, alasannya semua itu belum bisa membalas sakit hatinya. Pertanyaan selalu muncul dalam benaknya “Jenis beladiri apakah yang bisa mengangkat kehormatan saya supaya tidak dihina dan disakiti orang?” Kemudian timbul pikiran dalam dirinya untuk menciptakan teknik beladiri dari berbagai beladiri yang pernah dipelajarinya yaitu memadukan lima unsur fungsi gerakan beladiri, seperti: memukul, menendang, menangkis, membanting dan mengelak. Kemasan itu menjadilah olahraga beladiri tarung derajat disingkat dengan KODRAT.
B.            Perguruan Pusat Beladiri Tarung Derajat
Dari tahun ke tahun perguruan semakin banyak memiliki murid, tapi tidak semuanya berniat untuk belajar utuh. Kenyataanya masih banyak orang-orang yang ingin “mencoba-cobanya”. Caranya mereka pura-pura masuk menjadi anggoata boxer, niatnya hanya mencari sisi lemah perguruan saja. Jadi cukup banyak suka dan dukanya, bahkan lima tahun sejak perguruan berdiri (1972 sampai 1978) banyak kendala dan rintangan yang dihadapi. Keadaan yang demikian menunjukkan bahwa, beladiri Tarung Derajat bukan lagi miliknya pribadi Sang Guru “Aa-Boxer”, akan tetapi kepemilikannya itu sudah melibatkan banyak pribadi masyarakat luas dari berbagai kalangan, suku, agama dan budaya.
Dari kurun waktu antara 1978 sampai 1983, Sang Guru mengadakan penelitian dan mengembangkan beladirinya, yaitu dengan menata ulang dasar teknik dan meramu seni gerak dari jurus Boxer kemudian mematenkan lambang Boxer (Tarung Derajat) sebagai hasil ciptaannya. Dari sinilah Sang Guru dapat menemukan teknik jurus yang mengoptimalkan kekuatan pukulannya, yaitu dengan menggabungkan lima unsur utama khas Boxer, yakni: kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, dan keuletan. Semua unsur itu dapat berfungsi sebagai pertahanan diri dan menerapkan prinsip “menyerang untuk menang” dengan menerapkan falsafah dalam pembentukan keuletan diri untuk berlatih guna “menaklukan diri sendiri, tapi bukan untuk ditaklukkan orang lain” (AD/ART KODRAT, 1994, 2003, 2014).
Setelah penataan teknik Boxer dilakukan sebagai kemampuan otot (pisik), serta untuk keseimbangan pikiran (intelektual) dan nurati (sikap mental) untuk menemukan jatidiri sebagai “Kesatria Pejuang dan Pejuang Kesatria”, maka Sang Guru menerapkan sebuah motto yaitu: “Aku ramah bukan berarti takut, aku tunduk bukan berarti takluk” Pesan ini selalu ditekankan kepada anak didik yang menekuni Tarung Derajat yang diimplementasikan pada setiap melakukan latihan. Semua kemampuan (otot, otak, dan nurani) diaplikasikan dalam urutan materi latihan yang sudah disusun berdasarkan “kurikulum” formalitas beladiri Tarung Derajat dan materi latihan disesuaikan dengan tingkatan (Kurata) singkatan ---kuat, berani, dan tangkas) –SK Sang Guru Tarung Derajat no. 16/KEP GUTAMA/STD/XII/1991.

C.Perkembangan Tarung Derajat Sumatra
Barat
Tarung Derajat Sumatra Barat berdiri pada 19 November 1992, yang pada mulanya Sang Guru mengirim Pelatih dari Perguruan Pusat yaitu Kang Heri dan Kang Toni. Saat itu dibukalah Satuan Latihan (Satlat) yang pertama di Universitas Bung Hatta dengan bantuan dan peran yang sangat besar dari sesepuh Tarung derajat, yaitu Bapak Drs. H. Syahwin Nikelas. Penggerak utama Satlat dipelopori oleh Drs. H. Irwan beserta beberapa anggota lainnya dan yang masih aktif sampai sekarang adalah Pelatih Utama Tarung Derajat Sumatera Barat yang menyandang sabuk hitam (Tk Dzat I),  yaitu : Dr. H. Alnedral, M.Pd.
Pada tahap perkembangannya dibukalah beberapa Satlat di Kota Padang, seperti Satlat Ampang, BLPP Bandar Buat dan Universitas Bung Hatta. Tahun 1994 Sang Guru Tarung Derajat julukan pada waktu itu “AA-Boxer” datang ke Padang pertama kali melakukan evaluasi perkembangan keanggotaan dan kepengurusan serta memberikan latihan teknik dan ujian naik tingkat (Kurata). Pada 25 Desember 1995 diadakanlah pengkaderan yang digerakan oleh Komisi Teknik (Komtek) saat itu dipercayakan kepada Mulizon. Pada masa ini pula Kodrat Sumatera Barat pertama kali mengikuti kejuaraan AA-Boxer-Cup di bawah komando ketua Umumnya adalah Prof. Dr. Phil. Yanuar Kiram (Tiga priode yaitu 1992-1994, 1994-1997, dan 1997-2000). Ketua harian Drs. H. Irwan dan Sekretaris Dr. H. Alnedral, M.Pd bersama yang lain tidak bisa disebutkan disini. Sementara pembinanya adalah Drs. H. Syahwin Nikelas (Alm), Prof. Dr. Eddy Marheni, M.Pd. dan Dr. Sayiti Syahara, MS, AIFO, dan Prof. Dr. Gusril, M.Pd.
Kemudian pada tahun 1997 diadakan pengkaderan pelatih, diantaranya masih aktif sampai sekarang adalah Pelatih Pembina Tarung Derajat Sumatera Barat, yaitu: Kang Jesmi Fitriaris (Populer Aciak) yang juga menyandang Sabuk Hitam (Dzat  I) dan beberapa anggota lainnya sebagai pelatih cabang. Sejalan pengkaderan daerah pada waktu ini Sumatera Barat juga mengirim tiga orang sebagai kader nasional yaitu kang Mulizon, kang Dede Irawan dan Kang Gatot Muhartono, S.Pd. Dengan cikal bakal pengkaderan inilah dilahirkan pelatih yang bisa mendirikan Satuan Latihan (Satlat) di daerah-daerah seluruh wilayah Sumatera  Barat.
Pada tahun 1998 diadakan kejuaraan daerah yang pertama di Gor Kampus III FIK-UNP Lubuk Buaya yang diikuti oleh delapan Kabupaten Kota. Tahun 1999 dilaksanakan Kejurda yang ke-2 di GOR UNP Padang diikuti oleh 10 Kabupaten kota. Juara umum adalah kota Padang. Tahun 2000 dilaksanakan kejuaraan antar Satlat se-Sumatera tempatnya Gor Serbaguna Sijunjung. Pada masa ini Ketua umum kepengurusan (2000-2005) adalah Kolonel (Purn) Darius Apan dan Sekum adalah Dr. Alnedral, M.Pd. Periode (2006-2009) ketua umum Kolonel (Purn) Darius Apan dan Sekum adalah Dr. Argantos, M.Pd. Periode (2009-2012) ketua umum H. B. Yonda Djabar, S.IP, Ketua Harian Drs. Syahwin Nikelas dan Sekum adalah Dede Irawan, ST. Periode (2013-2017) ketua umum Prof. Dr. Ganefri, M.Pd,  Ketua Harian Dr. Alnedral, M.Pd dan Sekum adalah Jesmi Fitriaris.
Tahun ketahun KODRAT Sumatera Barat berkembang secara system pembinaan baik pengembangan anggta di Satlat, maupun pembinaan pengkaderan pelatih, perwasitan, dan pembinaan sarana-prasarana latihan. Tepat pada Porda VIII-2004 Tarung Derajat ikut pada multi even yang pertama di Kabupaten Solok, juara umum adalah Kota Padang. Mengikuti Porda IX-2006 di Kabupaten Sijunjung, juara umum adalah Kota Bukittinggi. Tahun 2010 PORPROV X di Kabupaten Solok, juara umum adalah Kabupaten Solok. 2012 PORPROV XI di Kabupaten Lima Puluh kota, juara umum adalah Kota Pariaman. Ikut yang ke-5 pada Porprov XII-2014 di Kabupaten Dharmasraya, juara umum adalah Kota Pariaman.
D.           Prestasi Atlet Mengikuti Kejurnas dan PON
Perkembangan prestasi mengikuti Kejurnas, Pra-PON dan PON adalah sebagai berikut: Kejuaraan Tarung Bebas AA-Boxer Cup I sampai Tarung Bebas AA-Boxer Cup (Kejurnas IV-1995), nomor pertandingan tarung khusus petarung putra saja. Kelas yang ditarungkan adalah: (1) 49 Kg ke bawah, (2) 50-54 Kg, (3) 55-59 Kg, (4) 60-64 Kg, (5) 65 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak menampilkan Ranger, pemecahan benda keras dan beladiri praktis. Atlet yang dikirim Kodrat Sumbar  sebanyak tiga orang, yaitu: Mulizon, Firdaus, dan Usmadi (Almh). Offial / pelatih Drs. Alnedral, M.Pd dan Drs. Argantos, M.Pd. Hasil adalah semua petarung kalah pada babak penyisihan. Para atlet dan pelatih diabadikan pada Gambar berikut:
Kejuaraan Tarung Bebas AA-Boxer Cup II (Kejurnas V) tahun 1996, nomor pertandingan tarung khusus petarung putra saja sebanyak tujuh kelas yang ditarungkan adalah: (1) 49 Kg ke bawah, (2) 50-54 Kg, (3) 55-59 Kg, (4) 60-64 Kg, (5) 65-69 Kg, (6) 70-74 Kg, (7) 75 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak menampilkan Ranger, pemecahan benda keras dan beladiri praktis. Atlet yang dikirim sebanyak lima orang, yaitu: Rozi Martoyo, Taufik Hidayat, Mulizon, Gatot Muhartono dan Dede Irawan. Hasil adalah hanya satu petarung yang bisa menang satu kali pada babak penyisihan, yaitu Taufik Hidayat.
Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Kejurnas VI) tahun 1998 di Bandung, nomor pertandingan tarung khusus petarung putra saja sebanyak tujuh kelas. Nomor peragaan seni gerak menampilkan rangkaian gerak (Ranger), pemecahan benda keras dan beladiri praktis. Atlet yang dikirim sebanyak enam orang, yaitu: Rozi Martoyo, Jesmi Fitriaris, Mahdi, Gatot Muhartono, Roni Valiant Putra dan Junaidi. Hasil Kejurnas VI 1998 adalah 2 (dua) emas, atas nama Mahdi dan Junaidi. 2 (dua) perak atas nama Gatot Muhartono. dan Roni Valiant Putra, dan 1 (satu) perunggu atas nama Rozi Martoyo. Para atlet diabadikan pada Gambar berikut:
Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Eksibisi PON XV-2000) di Surabaya-Jawa Timur tahun 2000, nomor pertandingan tarung khusus petarung putra saja. Kelas yang ditarungkan adalah: (1) sampai dengan 49 Kg, (2) 49,1-52 Kg, (3) 52,1-55 Kg, (4) 55,1-58 Kg, (5) 58,1-61 Kg, (6) 61,1-64 Kg, (7) 64,1-67 Kg, (8) 67,1-70 Kg, (9) 70,1 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak menampilkan Ranger, pemecahan benda keras dan Tarung antar master. Atlet yang dikirim sebanyak sembilan orang, yaitu: Rozi Martoyo,  Deddy Fuad Helmi, Jesmi Fitriaris, Mahdi, Delvi, Akhsan Zainal, Gatot Muhartono, Roni Valiant Putra, dan Junaidi. Para atlet, pelatih, dan manager diabadikan sebelum pelepasan atlet di darmaga Teluk Bayur Padang seperti terlihat pada Gambar berikut.

Hasil adalah 2 (dua) emas, atas nama Mahdi dan Junaidi. 1 (satu) perak atas nama Akhsan Zainal, dan 2 (dua) perunggu atas nama Jesmi Fitriaris dan Deddy Fuad Helmi. Manager Prof. Dr. Phil Yanuar Kiram, Pelatih Dr. Alnedral, M.Pd. Dede Irawan, dan Offisial Dr. Argantos, M.Pd. Para atlet, pelatih, dan ketua umum KODRAT Sumbar diabadikan pada Gambar berikut.
Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Kejurnas VII-2002) di Palembang Sumatera Selatan,
nomor pertandingan tarung khusus petarung putra dan eksibisi Seni Gerak putra-putri. Kelas yang ditarungkan adalah sama dengan nomor waktu eksebisi PON. Nomor peragaan seni gerak menampilkan (1) Rangkaian Gerak (Ranger), (2) Gerak Tarung (Getar), dan (3) Gerak Bertahan Menyerang (Gharang). Atlet yang dikirim sebanyak 14 orang, yaitu: Rozi Martoyo,  Indra Junaidi, Yoni Pahamsyah, Mahdi, Sudirman, Akhsan Zainal, Gatot Muhartono, Edi Rukandi, dan Junaidi. Atlet seni gerak Desi Purnama Sari, Irma Suryani, Antin Maisusanti, Melisa Putri. Hasil adalah 2 (dua) emas, atas nama Mahdi dan Akhsan Zainal. 2 (dua) perunggu  atas nama Indra Junaidi, dan Yoni Pahamsyah. Sedangkan atlet seni adalah penampilan terbaik eksibisi.
Tahun yang sama juga mengirim atlet mengikuti Banten Open Tarung Bebas, yaitu Yazdi, Anuar Zamili, Yefi Ardi, Suharma PW, dan Edi Rukandi. Hasil diperoleh adalah 2 (dua) medali perunggu atas nama Yefi Ardi dan Edi Rukandi.
Kejuaraan Tarung Derajat (Kejurnas VIII-2003/Pra-PON XVI) di Bandung Jawa Barat, nomor pertandingan tarung putra dan eksibisi Tarung putri dan Seni Gerak putra-putri. Kelas yang ditarungkan untuk putra sama pada Kejurnas II. Kelas pertandingan tarung putri adalah: (1) 45 Kg ke bawah, (2) 46-50 Kg, (3) 51-55 Kg, (4) 56-60 Kg, (5) 61 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak menampilkan (1) Rangkaian Gerak (Ranger) putri, dan (2) Gerak Tarung (Getar) putra. Atlet yang dikirim sebanyak 14 orang, yaitu: Rozi Martoyo,Indra Junaidi, Yoni Pahamsyah, Mahdi, Sudirman,Akhsan Zainal, Yefi
Ardi, Edi Rukandi, dan Junaidi. Atlet seni gerak Desi Purnama Sari, Yuli Ervina, Antin Maisusanti, Melisa Putri. Hasil adalah 2 (dua) emas, atas nama Mahdi dan Aksan Zainal dan 1 (satu) perunggu  atas nama Yoni Pahamsyah. Para atlet diabadikan pada Gambar berikut.
Pekan Olahraga Nasional XVI-2004 cabang Tarung Derajat di Palembang Sumatera Selatan, nomor pertandingan tarung putra resmi PON dan eksibisi seni gerak RANGER. Kelas yang ditarungkan adalah 9 (sembilan) kelas dengan merebutkan 9 medali emas, 9 medali perak, dan 18 medali perunggu. Nomor peragaan seni gerak menampilkan Ranger-Ghada dan Ranger-Ghada Derajat untuk putra, derajat II dan derajat III untuk putri. Hasil adalah 2 (dua) emas, atas nama Mahdi dan Aksan Zainal. 1 (satu) perunggu  atas
nama Yoni Fahamsyah.

Penyambutan Kontingen PON XVI-2004 Palembang-Sumsel Oleh Bapak H. Zainal Bakar Gubernur Sumbar

Foto Bersama Ketua Umum KODRAT Sumbar H. B. Yonda Djabar, S.Ip Penyambutan Kontingen KODRAT Sumbar
Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Kejurnas X-2007/Pra-PON) di Bandung, nomor pertandingan tarung putra, tarung putri dan seni gerak putra-putri masih tetap sama dengan 2006. Atlet yang dikirim mengikui kejuaraan adalah: Novriadi Candra (Putra), Syaiful Amri (Putra), Febrianto (Putra), Raddy (Putra), Mahdi (Putra), Rambo Sugianto (Putra), Heru Wibowo (Putra), Beni Irwan (Putra), Dedi KP (Putra), Arfon Mairony (Putra), Sukma Juita (Putri), Debby Yonarosa (Putri), Sri Wahyuni (Putri), Anwar Zamili (Putra), Rozi Martoyo (Putra), Desi Purnama Sari (Putri), Yuli Ervina  (Putri), dan Antin Maisusanti (Putri). Manager Drs. Desra Ediwar A.Tanur, MM. Offisial Ismed, SH, Koordinator pelatih H. Alnedral, Pelatih Gatot Muhartono, S.Pd., Jesmi Fitriaris, Dede Irawan, dan Junaidi. Hasil adalah 3 (dua) emas, atas nama Mahdi, Debby Yonarosa dan beregu (Desi Purnama Sari, Ira Puspita, dan Asrita Wahyuni, 1 (dua) Perak atas nama berpasangan Anwar Zamili - Rozi Martoyo, serta 3 (tiga) perunggu  atas nama Arfon Mairony, Rambo Sugianto dan Dedi KP.
Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat PON XVII-2008 di Balikpapan Kaltim, nomor pertandingan tarung putra, tarung putri dan seni gerak putra-putri lolos PON. Atlet yang dikirim adalah: Novriadi Candra (Putra), Syaiful Amri (Putra), Febrianto (Putra), Raddy (Putra), Mahdi (Putra), Rambo Sugianto (Putra), Heru Wibowo (Putra), Beni Irwan (Putra), Yeffi Ardi (Putra), Sudirman (Putra), Rezi Alvaleri (Putri), Rahmi Yanti (Putri), Sri Wahyuni (Putri), Anwar Zamili (Putra), Rozi Martoyo (Putra), Desi Purnama Sari (Putri), Antin Maisusanti (Putri), dan Yuli Ervina (Putri). Manager Drs. Syahwin Nikelas Offisial Prof. Dr. Eddy Marheni, Koordinator pelatih H. Alnedral, Pelatih Gatot Muhartono, S.Pd, Jesmi Fitriaris, Dede Irawan, dan Junaidi. Hasil adalah 1 (satu) emas, atas nama pasangan Anwar Zamili - Rozi Martoyo, 1 (satu) perak atas nama beregu (Desi Purnama Sari, Antin Maisusanti dan Yuli Ervina, 3 (tiga) perunggu  atas nama Dedi KP, Deby Yonarosa dan Arfon Mairony.
DEDI KP
DEDE, ANWAR, DESI, AL-BXR, ANTIN, WIN, VINA, ROZI, SAYUTI, JUNAIDI
DEBBY Y
Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Kejurnas X-2009/Piala Presiden II) di Bandung, nomor pertandingan tarung putra, taurng putri dan seni gerak putra-putri. Tarung putra Kelas yang dipertandingkan masih tetap sembilan kelas. Tarung putri mempertandingkan; kelas sampai dengan 52 Kg, (2) 52,1-58 Kg, (3) 58,1 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak beregu 3 (tiga) orang untuk putri yang menampilkan derajat II, sedangkan seni gerak tarung (getar) hanya untuk putra berpasangan 2 (dua) orang. Atlet yang dikirim mengikui kejuaraan adalah: Novriadi Candra (Putra), Syaiful Amri (Putra), Febrianto (Putra), Raddy (Putra), Mahdi (Putra), Rambo Sugianto (Putra), Heru Wibowo (Putra), Beni Irwan (Putra), Yeffi Ardi (Putra),            Sudirman (Putra), Rezi Alvaleri (Putri), Rahmi Yanti (Putri), Sri Wahyuni (Putri), Anwar Zamili (Putra), Rozi Martoyo (Putra), Desi Purnama Sari (Putri), Ira Puspita (Putri), dan Asrita Wahyuni (Putri). Manager Drs. Desra Ediwar A.Tanur, MM., Offisial Ismed, SH, Koordinator pelatih H. Alnedral, Pelatih Gatot Muhartono, S.Pd., Jesmi Fitriaris, Dede Irawan, dan Junaidi. Hasil adalah 1 (satu) emas, atas nama Desi Purnama Sari (Putri), Ira Puspita (Putri), dan Asrita Wahyuni (Putri). 4 (empat) perunggu  atas nama Novriadi Candra, Raddy, Anwar Zamili, dan Rozi Martoyo.
Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Kejurnas XI-2010/Piala Presiden III) di Bengkalis-Riau, nomor pertandingan tarung putra, tarung putri dan seni gerak putra-putri. Tarung putra Kelas yang dipertandingkan masih tetap sembilan kelas. Tarung putri mempertandingkan; kelas sampai dengan 52 Kg, (2) 52,1-58 Kg, (3) 58,1 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak beregu 3 (tiga) orang untuk putri yang menampilkan derajat II, sedangkan seni gerak tarung (getar) hanya untuk putra berpasangan 2 (dua) orang. Atlet yang dikirim mengikui kejuaraan adalah: Novriadi Candra (Putra), Efriadi (Putra), Agus Mahendra (Putra), Raddy (Putra), Syahrida Pendra (Putra), Rambo Sugianto (Putra), Rezi Alvaleri (Putri), Rahmi Yanti (Putri), Sri Wahyuni (Putri), Anwar Zamili (Putra), Irwanto Martono (Putra), Desi Purnama Sari (Putri), Ira Puspita (Putri), dan Antin Maisusanti (Putri). Manager Drs. Desra Ediwar A.Tanur, MM, Offisial Ismed, SH, Koordinator pelatih H. Alnedral, Pelatih Gatot Muhartono, S.Pd., Jesmi Fitriaris, Dede Irawan, dan Junaidi. Hasil adalah 1 (satu) perunggu, atas nama seni gerak beregu (Desi Purnama Sari, Ira Puspita, dan Antin Maisusanti).
Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Kejurnas XII-2011/Pra-PON XVIII) di Balik Papan-Kaltim, nomor pertandingan tarung putra, tarung putri dan seni gerak putra-putri. Tarung putra Kelas yang dipertandingkan masih tetap sembilan kelas. Tarung putri mempertandingkan; kelas sampai dengan 52 Kg, (2) 52,1-58 Kg, (3) 58,1 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak beregu 3 (tiga) orang untuk putri yang menampilkan derajat II, sedangkan seni gerak tarung (getar) hanya untuk putra berpasangan 2 (dua) orang. Atlet yang dikirim mengikui kejuaraan adalah: Aan Syukri Gunawan  (Putra), Hidayatul Putra (Putra), Syahrida Fendra (Putra), Nove Warta Putra (Putra), Rian Firnando (Putra), Rambo Sugianto (Putra), Akhsan Zainal (Putra),          Rezi Alvaleri (Putri), Putri Febriana (Putri) Rahmi Yanti (Putri), Sri Wahyuni (Putri), Anwar Zamili (Putra), Irwanto Martono (Putra), Maisa Fitri (Putri), Asrita Wahyuni (Putri), Desi Purnama Sari (Putri), Ira Puspita (Putri), dan Antin Maisusanti (Putri). Manager Drs. Desra Ediwar A.Tanur, MM. Koordinator pelatih H. Alnedral, Pelatih, Mahdi, Ifriandi, dan Junaidi. Hasil Pra-PON XVIII-2011 adalah 1 (satu) emas, atas nama Rambo Sugianto dan 3 (tiga) perunggu  atas nama Hidayatul Putra, Rezi Alvaleri, dan Rahmi Yanti.
Kejuaraan Tarung multi even Tarung Derajat (PON XVIII-2012) di Bengkalis-Riau, nomor pertandingan tarung putra, tarung putri dan seni gerak putra-putri. Tarung putra Kelas yang ikut adalah: Hidayatul Putra (Putra), Rambo Sugianto (Putra), Akhsan Zainal (Putra), dan kelas tarung putri adalah Rezi Alvaleri (Putri), Rahmi Yanti (Putri). Manager H. Alnedral, Pelatih, Jesmi Fitriais dan Junaidi. Hasil PON XVIII-2012 adalah 3 (tiga) perunggu  atas nama Akhsan Zainal, Rezi Alvaleri, dan Rahmi Yanti. Para atlet setelah terima medali didampingi oleh pelatih diabadikan pada Gambar berikut.
Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Kejurnas XIII-2013) di Bandung-Jawa Barat, nomor pertandingan tarung putra, tarung putri dan seni gerak putra-putri. Tarung putra Kelas yang dipertandingkan masih tetap sembilan kelas. Tarung putri mempertandingkan; kelas sampai dengan 52 Kg, (2) 52,1-58 Kg, (3) 58,1 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak beregu 3 (tiga) orang untuk putri yang menampilkan derajat II, sedangkan seni gerak tarung (getar) hanya untuk putra berpasangan 2 (dua) orang. Atlet yang dikirim mengikui kejuaraan adalah: Ravit Riozola  (Putra), Aan Syukri Gunawan (Putra), Handika R, (Putra), Rozi Irawan (Putra) Syahrida Fendra (Putra), Rambo Sugianto (Putra), Fazli Al Syrazi (Putra), Hari Kurniawan (Putra),          Yuliana (Putri), Rezi Alvaleri (Putri), Putri Febriana (Putri), Rahmi Yanti (Putri), Yesi Sasmita (Putri), Edduwar R (Putra), Zulkifli Hareva (Putra), Yuni Umi P (Putri), Dinda Zona F (Putri), Yolanda Alvaleri (Putri), Ira Puspita (Putri), dan Yesi Rahmanita (Putri). Manager Ir. Buchari Bakhter, MT. Koordinator pelatih H. Alnedral, Pelatih, Jesmi Fitriaris, Dede Irawan, Anuar Zamili, Junaidi, Darman Syarif dan Jon Andrinal.
Hasil Kejurnas XIII-2013 adalah 2 (dua) emas, atas nama Handika R dan Rahmi Yanti, 1 (satu) perak beregu atas nama  Yolanda Alvaleri, Ira Puspita, dan Yesi Rahmanita dan 5 (lima) perunggu  atas nama Ravit Riozola, Syahrida Fendra, Hari Kurniawan, Rezi Alvaleri, dan Putri Febriana. Para atlet setelah terima medali didampingi oleh pelatih diabadikan pada Gambar berikut.
Untuk persiapan pra-PON XIX-2015 sekarang sedang melakukan Pelatprov dengan membina atlet Andalan Handika R dan Rahmi Yanti. Atlet prioritas Yolanda Alvaleri, Ira Puspita, dan Yesi Rahmanita. Atlet potensial yaitu Ravit Riozola, Syahrida Fendra, Hari Kurniawan, Rezi Alvaleri, dan Putri Febriana. Kemudian ditambah atlet binaan khusus dari hasil Porprov XIII-2014 dan hasil Kejurda 2015, sehingga jumlah atlet yang dipersiapkan seluruhnya 22 orang atlet dengan 17 nomor pertandingan.
Personil Kontingen KODRAT Sumbar pada Pra-PON XIX di Camp Pemondokan atlet Hotel Raja Soreang Kabupaten Bandung berfose sejenak sebelum mengikuti Kejurna. Tampak pada Gambar mulai Pelatih Utama Sumbar, Pelatih utama Agam, Motivator Dr. Heriyanto Sindra, Kons, Ketua pelatih Satlat Sumbar, offisial ibu Nining dan Mamirezy, Pelatih utama Sawahlunto, Pelatih Pembina Kang Jesmi Fitriaris, dan seluruh atlet yang memperkuat kontingen Sumbar
Gamabar berikut adalah para atlet yang lulus PON XIX meraih medali yaitu Aksan Zainal medali perunggu, Ainil Fatiha medali perak, Firahmi Elga S medali perak, Rahmi yanti medali perunggu, Crisvanya medali perak, Elsa Aulia medali perunggu, dan Hari Kurniawan medali perunggu.
Program penting lainnya di samping persiapan pra-PON XIX-2015, Pengprov KODRAT Sumbar juga mengikuti event yang baru pertama di kalangan mahasiswa yaitu Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional Pertama (POMNAS I) di Universitas Siak Kuala Banda Aceh. Atlet yang mewakili adalah (1)  Handika R, Puja Putra, Devit , dan dan Putri Febriana. Hasil POMNAS XIV-2015 adalah 1 (satu) emas, atas nama Handika R (UNP), dan 2 (satu) perak beregu atas nama  Puja Putra (UNP), dan Fazli Al Sirazi (UNAND), dan 2 (dua) perunggu  atas nama Febri (Unand dan Putri Febriana  (UNP). Para atlet setelah terima medali didampingi oleh pelatih diabadikan pada Gambar berikut.
Keterangan Gambar dari Kiri ke kanan: Junaidi, SH (Pelatih) Desi Purnama Sari, M.Pd (Pelatih), Putri Febriana, Welly Akbar, Devit Rinanda, Puja Putra, Handika Ramadoni, Fazli Al Sirazi, Febri, Sri Antika, Dr. Alnedral, M.Pd. (Pelatih Utama).
Pada PON XIX-2016 Pengprov KODRAT Sumbar mengikuti sebanyak 10 nomor pertandingan yang terdiri dari lima atlet tarung putra, empat atlet tarung putri, dan tiga atlet seni gerak Drajat II. Pelatih pendamping empat orang dan dua offisial. Kontingen tersebut seperti Gambar berikut:
IMG_256
IMG_256
Dari Kiri kekanan: Junaidi, SH, Rambo Sugianto, Handika Ramadoni, Puja Putra, Alnedral, Hari Kurniawan, Welly Akbar, Jesmi Fitriaris
Dari Kiri kekanan: Yuli Ervina, Ratna Sari, Crisvanya, Rezi Alvaleri, Alnedral, Junaidi, Rahmi Yanti, Elsa Aulia, Ainil Fatiha, dan Firahmi Elga S.
Hasil yang diperoleh mengikuti PON XIX-2016 adalah: Dua medali Emas dan satu perunggu. Medali emas diraih oleh Handika Ramadoni pada kelas tarung putra 55,1-58 Kg dan Welly Akbar pada kelas tarung putra 58,1-61 Kg. Medali perunggu di persembahkan oleh Ratna Sari pada kelas tarung putri 62,1-66 Kg.
Handika Ramadoni diabadikan saat menerima medali Emas PON XIX bersama Ketum PB KODRAT, Sang Guru, Kadispora Sumbar, Plt. KONI Sumbar, Ketua Harian KODRAT Sumbar
Welly Akbar diabadikan saat menerima medali Emas PON XIX bersama Ketum PB KODRAT, Sang Guru, Kadispora Sumbar, Plt. KONI Sumbar, Motivator, dan Ketua Harian KODRAT Sumbar
Tiga Petarung yang menyumbangkan Medali untuk Kontingen KODRAT Sumbar (Handika medali, Welly Akbar medali emas dan Ratna Sari medali Perunggu)
Tiga Petarung peraih medali diabadikan bersama Tim Pelatih Tarung Kontingen KODRAT Sumbar (Junaidi, Welly, Alnedral, Ratna, Handika, dan Jesmi Fitriaris)
  1. Nama Pelatih dan Wasit-Juri beserta sertifikasinya
1.      Pelatih Tarung Derajat Sumbar
No
Nama
Tempat Tanggal Lahir
Kualifikasi Pelatih
1
Alnedral
Payakumbuh, 30 April 1960
Level 1 International
2
Jesmi Fitriaris
Padang, 21 November 1974
Level 1 International
3
Dede Irawan
Kujang, 25 November 1975
Pembina Nasional
4
Deddy Fuad Helmi
Padang, 31 Januari 1978
Pembina Nasional
5
Prince Maradoni
Padang, 09 Mei 1985
Pembina Nasional
6
Gatot Muhartono, S.Pd
Padang, 31 Januari 1978
Dasar Nasional
7
Junaidi
Pariaman, 13 Juli 1975
Dasar Nasional
8
Anuwar Zamili
Tajung Basung, 16 Mei 1983
Dasar Nasional
9
Darman Syarif
Padang, 16 Mei 1976
Dasar Nasional
10
Jon Anrinal
Padang, 21 November 1974
Dasar Nasional
Dari rintisan pelatihan di Sumatera Barat telah banyak juga para pelatih yang melanjutkan pendidikan kepelatihan dari Tk dasar naik kepada Pembina, Tk Pembina naik pada Tk Utama dan dari Nasional menjadi status pelatihan Internasional Level One. Tepatnya pada bulan Fembruari 2011 pergurua Tarung Derajat Sumbar telah mengirim dua orang mengikuti Pelatihan Internasional, yaitu Sdr. Kang Alnedral dan Kang Jesmi Fitriaris. Kedua pelatih ini dipercaya pula untuk membina atlet Kontingan PB KODRAT Timor Leste menghadapi Sea Games XXVI-2011 di Jakarta.
2.      Wasit Juri Aktif Pengprov Sumbar
No
Nama
Tempat Tanggal Lahir
Kualifikasi Wasit Juri
1
Alnedral
Payakumbuh, 30 April 1960
Hakim Pertandingan
2
Dede Irawan
Kujang, 25 November 1975
Hakim Pertandingan
3
Jesmi Fitriaris
Padang, 21 November 1974
Hakim Pertandingan
4
Gatot Muhartono, S.Pd
Cirebon, 17 Januari 1977
Wasit Juri nasional
5
Sudirman
Padang, 09 Mei 1985
Wasit Juri nasional
6
Anuwar Zamili
Tajung Basung, 16 Mei 1983
Wasit Juri nasional
7
Desi Purnama Sari,M.Pd
Padang, 25 Agustus 1984
Wasit Juri nasional 
8
Yuli Ervina
Sijunjung, 21 Mei 1975
Wasit Juri nasional
9
Syafrida Fendra
Alahan Panjang, 12 Februari 1988
Wasit Juri Wilayah
10
Akhsan Zainal
Padang, 21 Mei 1983
Wasit Juri Wilayah
11
Deddy Fuad Helmi
Padang, 31 Januari 1978
Wasit Juri Wilayah
12
Junaidi
Pariaman, 13 Juli 1975
Wasit Juri Wilayah
13
Heru Wibowo, S.Hum
Medan, 31 Maret 1986
Wasit Juri Daerah
14
Rambo Sugianto, S.Pd
Padang, 06 Mei 1989
Wasit Juri Daerah
15
Yoni Fahamsyah
Padang, 08 Agustus 1981
Wasit Juri Daerah
16
Syafriono
Madiun, 18 Desember 1978
Wasit Juri Daerah 
17
Defit Junandi, S.Sos
Padang, 21 Juni 1982
Wasit Juri Daerah
18
Alkhairi, S. Hum.
Sijunjung, 15 Mei 1976
Wasit Juri Daerah
19
Riska Dona, S.Ag
Pessel, 25 Oktober 1989
Wasit Juri Daerah
20
Desmon, S.Ag
Pariaman, 28 Desember 1984
Wasit Juri Daerah 
21
Febrianto, S.Ag
Padang Sibusuk, 09 Desember 1982
Wasit Juri Daerah
22
Rahmi Yanti, S.Hum
Agam, 20 Agustus 1987
Wasit Juri Daerah
23
Merizona
Payakumbuh, 18 Mei 1982
Wasit Juri Daerah
24
Em Muhammad
Padang, 14 Desember 1986
Wasit Juri Daerah 
25
Irfan Alfathoni
Padang, 11 April 1988
Wasit Juri Daerah
26
M. Aldiansyah, S.PdT
 Padang, 23 Maret 1989
Wasit Juri Daerah
27
M. Alfandi Akbar
 Padang, 8 Juli 1990
Wasit Juri Daerah
28
Zirwan
Kasang, 07 Juli 1983
Wasit Juri Daerah 
29
Nissa Aldani, S.Pd
Padang, 06 Agustus 1993
Wasit Juri Daerah
30
Metropoli
 Payakumbuh,  25 Maret 1980
Wasit Juri Daerah
31
Edi Gunawan
Medan, 05 April 1977
Wasit Juri Daerah
Dari rintisan pembinaan wasit-juri di Sumatera Barat telah banyak juga para wasit-juri daerah dipercaya menjadi wasit-juri nasional dan Internasional. Tercatan empat wasit-juri Kodrat Sumatera Barat telah sertifikasi Nasional dan empat kualifikasi wilayah dan 20 orang wasit-juri daerah.
  1. Tempat Latihan Pengprov KODRAT Sumbar
Tempat latihan Tarung Derajat Provinsi pada saat sekarang adalah beralamat di Jl. Taman Siswa depan Dinas PU Provinsi Sumbar. Tempat latihan sekarang adalah kurang kondusif, karena menempati Gudang Aset Pemerintahan provinsi Sumbar. Ruangan kecil dan lantai gedung masih coran kasar, pentilasi dan sanitasi gedung kurang memenuhi standar kesehatan untuk sebuah Gor tempat latihan olahraga. Jadi tempat latihan yang disediakan KONI melalui Dinas Pemuda dan Olahraga kurang memadai untuk latihan. Di samping ruangan kecil K3 kurang memenuhi standar kesehatan. Untuk itu disarankan kepada pihak pemerintah supaya ikut memperhatihan pembinaan sarana dan prasana latihan atlet, apalagi pada waktu dekat akan menghadapi Kejurnas pra-PON XIX-2015 dan PON-2016. Untuk mengatasi itu semua Pengprov sedang berupaya membangun GOR milik KODRAT Sumbar.
  1. Nomor Pada even Nasional (PON) dan Internasional (Asia Open)
Tarung Bebas Putra
Tarung Bebas Putri
1.      Kelas 49,1 Kg – 52 Kg
2.      Kelas 52,1 Kg – 55 Kg
3.      Kelas 55,1 Kg – 58 Kg
4.      Kelas 58,1 Kg – 61 Kg
5.      Kelas 61,1 Kg – 64 Kg
6.      Kelas 64,1 Kg – 67 Kg
7.      Kelas 67,1 Kg – 71 Kg
8.      Kelas 71,1 Kg – 75 Kg
9.      Kelas 75,1 Kg – 80 Kg
10.  Kelas 80,1 Kg – Ke atas
1.        Kelas 45,1 Kg – 50 Kg
2.        Kelas 50,1 Kg – 54 Kg
3.        Kelas 54,1 Kg – 58 Kg
4.        Kelas 58,1 Kg – 62 Kg
5.        Kelas 62,1 Kg – 66 Kg
Seni Gerak
1.         Ranger Dradjat II Putri (Beregu) 3 (tiga) orang
2.         Gerak Tarung Campuran Putra/Putri, masing-masing 2 Putra dan 2 Putri
BIOGRAFI SINGKAT PENULIS
Dr. Alnedral, M.Pd, Lahir di Payakumbuh, tanggal 30 April 1960. Gelar sarjana diraihnya pada tahun 1985, Magister Pendidikan diselesaikan pada PPs-IKIP Jakarta tahun 1992 dan Doktor (S-3) ditamatkan pada Universitas Negeri Padang dengan Program Ilmu Pendidikan tahun 2013. Bekerja sebagai dosen tetap di Fakultas Ilmu Keolahragaan semenjak tahun 1986 sampai sekarang. Tahun 2009-2010 mendapat kesempatan mengikuti pendidikan Program Doctoral Sandwich-Like Special Teaching and Learning, di OHIO State University Amerika Serikat. Di luar tugas rutin dia juga mengabdikan diri sebagai pelatih olahraga berprestasi KONI Provinsi Sumatera Barat pada cabang olahraga Tarung Derajat yang digelutinya mulai semenjak tahun 1992 sampai sekarang dan telah mengikuti berbagai single event dan multi event pertandingan Nasional dan Internasional.
Pengalaman tentang hasil melatih, adalah meraih 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu pada kejurnas Aa-Boxer tahun 1998. Mendapat 2 emas 2 perak, dan 2 perunggu PON XV-2000. Mendapat 2 emas  dan 2 perunggu PON XVI-2004. Meraih 1 emas, 1 perak dan 4 perunggu pada PON XVI-2008. Mendapat 2 emas 1 perak, dan 5 perunggu pada Kejurnas 2013. Dalam pengelolaan organisasi dia juga sebagai Ketua Harian pengurus KODRAT Sumbar  dan menjadi Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Provinsi Sumatera Barat (2009-2013 dan 2013-2016). PON XIX-2016 berhasil meraih prestasi lagi dengan raihan 2 emas, 1 perunggu untuk kontingen KODRAT Sumbar.
Level kepelatihan yang dimiliki adalah Level One  (2011) Internasional di Bandung dan berpengalaman melatih atlet Nasional untuk kejuaraan Sea Games xxvi-2011. Pelatih Dasar Nasional tahun 2003 di Bandung, pelatih pembina tahun 2004 Palembang, dan pelatih utama tahun 2007 di Padang.

Posting Lama